Datangi Komisi 1, Nelayan dan Pedagang Ikan Keluhkan Kekurangan Es Balok

Sekitar 20 orang nelayan dan pedagang PPI Pulau Baai mendatangi Komisi I DPRD Kota Bengkulu, Senin pagi (03/02). Mereka mengeluhkan ketersediaan es balok untuk pengawetan ikan yang sangat minim, terutama saat musim panen ikan periode Januari hingga Maret setiap tahunnya. Akibat kebutuhan yang tidak tercukupi, hasil tangkapan ikan para nelayan dan ikan yang dijual oleh para pedagang ikan cepat busuk, sehingga merugikan mereka.

salah seorang nelayan, Ali Simatupang mengatakan pabrik es balok yang ada di Kota Bengkulu tidak memadai untuk memenuhi kebutuhan es balok nelayan dan pedagang. Dari 30 pabrik es balok yang ada, hanya 2 pabrik yang masih beroperasi namun dimiliki oleh perorangan. Kebutuhan es balok nelayan dan pedagang ikan mencapai 22 ribu batang perhari, sementara dari 2 pabrik es balok yang ada hanya mampu memproduksi sekitar 10 ribu batang es balok saja, sehingga menyebabkan nelayan dan pedagang berebut untuk membeli es balok.

Wakil Ketua Komisi I DPRD Kota Bengkulu Nuzul Se yang memimpin audiensi ini mengatakan dalam waktu dekat Komisi I serta Kadis Kelautan dan Perikanan Kota Bengkulu Syafriandi Andi akan berkoordinasi dengan Kementerian Kelautan dan Perikanan RI untuk meminta bantuan mesin untuk pabrik es balok. Dewan memastikan dalam Perubahan APBD nanti juga akan memperjuangkan pembelian mesin untuk pabrik es melalui Badan Anggaran DPRD.

Sementara itu Kadis Kelautan dan Perikanan Kota Bengkulu Syafriandi Andi mengaku saat pembahasan anggaran beberapa waktu lalu telah mengusulkan untuk pembelian mesin pembuat es balok, namun karena keterbatasan anggaran dalam APBD, usulan tersebut belum terakomodir. Namun pihaknya masih terus berusaha untuk meminta bantuan ke Kementerian Kelautan dan Perikanan RI. Syafriandi berharap Dewan dapat memperjuangkan anggaran pembelian mesin pembuat es balok dalam Perubahan APBD mendatang, sehingga persoalan kekurangan es balok tidak akan terjadi lagi di tahun mendatang